Ajahn Buddhadasa Bhikkhu

 Dikenal sebagai reinterpretasi inovatif doktrin Buddha dan keyakinan rakyat Thailand, Buddhadasa membantu perkembangan reformasi dalam persepsi agama konvensional di negara asalnya, Thailand, serta di luar negeri. Meskipun beliau resmi ditasbihkan sebagai seorang pertapa, atau "biksu," pada usia dua puluh tahun beliau diajukan untuk mengawasi wajib keagamaan dari pemerintahan, Buddhada samengembangkan pandangan pribadi yang menolak identifikasi agama tertentudan menganggap semua agama sebagai salah satu prinsipnya. Pemikiran beliau yang inovatif menginspirasi banyak pihak seperti French schooled Pridi Phanomyong, petinggi revolusi Siam 1932, dan group dari Thai social activists and artists of the 1960s and 70s.