Thich Nhat Hanh

Thich Nhat Hanh adalah seorang bhiksu Buddhis berkebangsaan Vietnam, kelahiran tahun 1926. Dalam perang Vietnam, beliau berjuang tanpa berhenti untuk rekonsiliasi antara Vietnam Utara dan Selatan. Upaya sepanjang hidupnya untuk membangun perdamaian menggerakkan Martin Luther King, Jr untuk mencalonkannya untuk Hadiah Nobel untuk Perdamaian pada tahun 1967. Ia hidup dalam pengasingan di sebuah komunitas kecil di Perancis, di mana ia mengajar, menulis, berkebun, dan bekerja membantu pengungsi di seluruh dunia. Thich Nhat Hanh mengadakan banyak Retret Kesadaran (mindfulness) di Eropa dan Amerika Utara untuk membantu veteran, kanak-kanak, pencinta alam, psikoterapis, artis dan ribuan insan yang mencari kedamaian dalam hati dan di dunia.

Thich Nhat Hanh hidup di pengasingan jauh dari Vietnam sejak tahun 1966, ketika beliau diusir oleh pemerintahan komunis dan non-komunis Vietnam atas perannya mencegah kekerasan yang menimpa rakyatnya. Thay (“guru”, sebutan akrab oleh muridnya) menjadi bhiksu sejak usia 16, dikenal sebagai sebagai penulis, sarjana, dan pemimpin. Ia memperjuangkan sebuah gerakan yang dikenal sebagai “Engaged Buddhism”, yang menggabungkan pelatihan meditasi tradisional dengan gerakan protes non-kekerasan. Gerakan ini menjadi fondasi pembangunan pusat studi Buddhis yang paling berpengaruh di Saigon, Pagoda An Quang. Beliau juga membentuk organisasi pertolongan untuk membangun kembali desa-desa yang hancur, mendirikan Sekolah Pemuda Bakti Sosial (semacam Peace Corps untuk pekerja sosial Buddhis), menerbitkan sebuah majalah perdamaian, dan mendesak pemimpin dunia untuk mengutamakan non-kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Meskipun menyebabkannya terasing dari tanah airnya, perjuangan Thich Nhat Hanh mendapat penghargaan di seluruh dunia.
 
Ketika Thay tiba di Amerika Serikat untuk kunjungan kemanusiaannya yang pertama tahun 1966, negeri itu tidaklah asing baginya. Ia kenal kebudayaan Amerika karena pernah kuliah di Princeton, dan pernah mengajar di Columbia. Universitas Cornell dan The Fellowship of Reconciliation mengundang Thay memberi ceramah di depan bhiksu Buddhis di mana beliau memberikan pandangan terang akan solusi memecahkan konflik Vietnam. Thay berpidato di kampus-kampus, bertemu dengan pejabat universitas, dan mengesankan para tokoh sosial. Pada tahun berikutnya, pemenang Hadiah Nobel, Dr. Martin Luther King, Jr menominasi Thich Nhat Hanh untuk hadiah yang sama. Delegasi Buddhis utusannya ke pertemuan perdamaian di Paris menghasilkan kesepakatan antara Vietnam Utara dan Amerika Serikat, namun upaya pasifisnya tetap berlanjut setelah perang Vietnam. Beliau membantu pembentukan misi pertolongan sampai tahun 1970-an bagi orang Vietnam yang ingin melarikan diri dari penindasan politik. Bahkan setelah stabilisasi politik di Vietnam, Thich Nhat Hanh tidak diizinkan pulang. Pemerintahan Vietnam menganggap dirinya sebagai ancaman, sebuah ironi mengingat ajarannya tentang menghormati hidup, kemurahan hati, tingkah laku seksual yang bertanggung jawab, komunikasi dengan cinta kasih, serta melatih gaya hidup yang sehat.
 
Thay kini tinggal di barat daya Perancis, di sebuah pusat retret yang didirikannya 12 tahun silam. Di pusat retret tersebut, Plum Village, beliau tetap mengajar, menulis, dan berkebun. Plum Village hanya menampung 30 bhiksu, bhiksuni, dan umat biasa, namun ribuan umat dari seluruh penjuru dunia menganggapnya sebagai rumah sendiri. Akomodasi disediakan untuk tamu yang berkunjung singkat mencari pertolongan spiritual, pengungsi yang transit, atau aktifis yang mencari inspirasi. Thich Nhat Hanh mengumpulkan orang dari pelbagai bangsa, ras, agama, dan jender untuk mengajarkan mindfulness (kesadaran) – memelihara saat kini, sangat menyadari dan menghargai kehidupan.

Pengaruh Thay sebagai tokoh dunia dan pemimpin spiritual terus berkembang. Beliau telah menulis lebih dari 75 judul buku prosa, puisi dan doa. Kebanyakan karyanya ditujukan kepada pembaca Buddhis, namun ajarannya menjangkau pemirsa yang luas. Sedikitnya selama satu dekade, Thich Nhat Hanh telah mengunjungi AS setiap dua tahun sekali, di mana ia menarik orang yang lebih banyak setiap kunjungannya, baik umat Kristen, Yahudi, atheis maupun Buddhis Zen. Filsafatnya tidak terkekang oleh struktur agama yang ada saat ini, namun berbicara kepada keinginan individu akan keutuhan dan ketenangan batin. Pada tahun 1993, ia berceramah di depan kurang lebih 1200 orang di Katedral Nasional, Washington DC; memimpin retret beranggotakan 500 orang di New York, serta mengumpulkan 300 orang di Virginia Barat. Popularitasnya di AS menginspirasi walikota Berkeley, CA menamakan satu hari atas namanya, serta walikota New York mendeklarasikan Hari Rekonsiliasi pada kunjungannya tahun 1993. Jelas, Thich Nhat Hanh adalah penghubung manusia dengan masa silam yang bernubuat, pendekar perdamaian yang lemah lembut, komunitas Buddhis dan warga negara Amerika.

Disadur dan diterjemahkan dari www.buddhanet.net/masters/thich.htm