Oka Diputhera

Drs. Oka Diputhera lahir tanggal 17 Agustus 1932 di Jembrana, Bali.  Lulusan Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Indonesia jurusan sejarah dan Sarjana Muda di Perguruan Tinggi Sanata Dharma, Yogyakarta tahun 1958.

Romo Oka Diputera turut berjuang dengan umat Hindu Bali demi terbentuknya  bagian Hindu Bali di Departemen Agama RI. Kemudian ia menjabat sebagai Direktur Urusan Agama Buddha di Direktorat Jenderal Bimas Hindu dan Buddha, Depag RI, selama 11 tahun.  Sebagai Direktur, ia memprakarsai diadakannya Swayamwara Dhammapada Gita, yang kemudian menjadi Festival Seni Baca Dhammapada yang diadakan Depag secara berkala.  Setelah pensiun, Romo Oka menjadi anggota MPR RI pada permulaan era reformasi zaman Presiden BJ Habibie dan anggota Lembaga Sensor Film.

Drs. Oka Diputhera pernah mengajar pelajaran agama Buddha di SD, SMP, SMA, dan sebagai dosen Agama Buddha di Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Tarumanegara, Akademi Akuntansi Jakarta.  Beliau juga pernah menjadi dosen Agama Buddha di Sesko Angkatan Utara, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Darat, dan Sesko Pimpinan Kepolisian (Sespimpol). Sebagai dosen di Sesko dan Sespimpol, Romo Oka meraih penghargaan Satya Lancana Dwidya Sistha.

Kiprahnya di bidang pendidikan Agama Buddha termasuk mendirikan sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha Mpu Tantular di Banyumas dan Institut Buddha Dharma di Medan. 

Romo Oka Diputhera turut membidani lahirnya Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Gabungan Umat Buddha Indonesia (GUBSI), Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI), Keluarga Besar Wanita Buddhis Indonesia (KBWBI), Majelis Agama Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia (KASOGATAN) dan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI).

Karirnya sebagai penulis cukup panjang.  Pernah menyusun buku Pendidikan Agama Buddha untuk SD (6 jilid), SMP (3 jilid) dan SMA (3 jilid) dan Perguruan Tinggi, menerbitkan Agama Buddha Bangkit, dan Renungan Hati Nurani (12 edisi).

Drs. Oka Diputhera wafat pada bulan Januari 2011.

-          Dicuplik dari riwayat hidup Oka Diputhera, Renungan Hati Nurani edisi 11